Melihat perkembangan anak muda jaman sekarang memang agak ngelus dada. Masa' ditanya isi Sumpah Pemuda pada nggak tau sih? Kebangetan banget kan. Apa di sekolahnya nggak ada pelajaran Sejarah? Atau siswanya yang selalu tidur saat pelajaran Sejarah? Saya juga tidak membenarkan diri saya sendiri. Dulu saya juga benci pelajaran Sejarah, karena saya diharuskan menghafal dan saya tidak punya daya ingat yang bagus dalam menghafal. Tapi setidaknya ada satu dua hal yang masih nyantol di otak saya, termasuk isi dari Sumpah Pemuda.
Kemarin saya melihat sebuah acara TV yang mengupas tentang Sumpah Pemuda dan pemuda jaman sekarang. Yang tentu saja bagi saya percuma saja. Toh pemuda jaman sekarang merasa tidak punya korelasi antara Sumpah Pemuda dan diri mereka. Bintang tamu pada acara tersebut berkata bahwa cinta Indonesia tidak perlu ditunjukkan dengan atribut-atribut yang kita gunakan. Cinta Indonesia ditunjukkan dengan apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia. Dari situ saya berpikir, saya belum menunjukkan cinta saya pada bumi yang saya pijak sejak 23 tahun yang lalu. Bahkan kadang saya cenderung malu dengan negara saya sendiri, dengan ulah para pemimpin bangsa yang katanya membawa amanah rakyat. Seharusnya cinta Indonesia bisa saya tanamkan pada diri saya tanpa melihat perbuatan orang lain.
Yang membuat saya tambah miris adalah hari Sumpah Pemuda diwarnai dengan aksi demonstrasi mahasiswa yang menurut saya tidak masuk akal. Mereka menuntut kepemimpinan SBY-Boediono yang menurut mereka gagal total. Kalau mereka jadi Presiden, apakah mereka bisa melakukan perubahan-perubahan yang lebih baik? Saya tidak yakin! Seandainya saya punya perusahaan, akan saya blacklist wajah-wajah demonstran itu, supaya mereka tidak bisa masuk ke perusahaan saya. Mereka kan cuma bisa protes.
Tapi saya juga tidak membenarkan pak Presiden. Saya tidak peduli dengan reshuffle kabinet. Saya tidak peduli dengan para koruptor yang semakin meraja lela. Yang seharusnya pak Presiden pikirkan adalah mereka yang masih sulit sekolah karena masalah kemiskinan. Adalah mereka yang tinggal di perbatasan Indonesia - Malaysia, yang hidup jauh dibawah kata miskin. Adalah mereka yang masih mengalami krisis pangan dan kelaparan padahal Indonesia dikenal sebagai negara agraris.
Faktanya adalah bangsa yang pernah menjadi macan Asia Tenggara ini kehilangan taringnya!
Lalu bagaimana dengan pemudanya? Bangsa yang besar ada di tangan pemuda!
Lalu bagaimana dengan pemudanya? Bangsa yang besar ada di tangan pemuda!
Selamat hari Sumpah Pemuda. Tuhan memberkati Indonesia :)







0 comments:
Post a Comment