Saturday, October 1, 2011

Saya dan Batik.

Lebih dari sekedar kecintaan saya yang lebih pada pakaian nasional ini, namun juga rasa bangga saat menyadari ini merupakan langkah sederhana untuk ambil bagian dari salah satu pelestarian budaya.

Batik. Tidak bisa dipungkiri jika anak muda seperti saya sering melekatkan embel-embel tidak nyaman, ribet, kuno, dan masih banyak persepsi negatif yang membuat batik semakin ditinggalkan. Sementara jika saja kita lebih rileks saat berpikir tentang batik yang tidak melulu kaku dengan warna cokelat khas orang tua, tidak melulu bermodel monoton dan itu-itu saja, sebenarnya toh batik menjadi lebih dari model pakaian tradisional yang (ternyata) bisa nyaman juga. Coba padankan batik dengan celana jeans panjang atau bahkan celana jeans pendek. Pasti kesannya jadi lebih modern.

Sempat terlintas di pikiran saya, kenapa ya kita tidak seperti orang-orang India yang dalam keseharian mereka sering sekali memakai baju tradisionalnya. Saat saya kuliah dulu, teman India saya, sering terlihat datang ke kampus menggunakan baju kurung panjang yang berbordir khas India. Eh, akhirnya malah saya yang jatuh cinta dengan ornamen India. Dari situlah saya menyimpulkan jika bukan kita yang mempertahankan budaya yang kita miliki, siapa lagi. Kalau kita saja tidak bisa jatuh cinta dengan tradisi kita sendiri, bagaimana yang lain akan berminat.

Percayalah, saya juga terkadang melihat sesuatu yang ke'bule-bule'an itu keren, dan kem'inggris' kalau lagi bicara atau update status facebook. Yang sedang saya budayakan saat ini adalah mengenakan batik dalam keseharian saya. 

Semoga batik semakin merajalela :)







Selamat Hari Batik,


Shelter Bus Cempaka Putih, 2 Oktober 2011

0 comments:

Post a Comment