Saya mau bercerita sedikit tentang suami kebanggaan saya. Dia itu ngefans sekali sama Manchester United. Hampir setiap pertandingan MU dia tonton, kecuali jika bertepatan dengan jam kerjanya. Tapi seingat saya, itu jarang sekali terjadi. Saking ngefansnya sama MU, dia selalu memakai team ini saat bermain PES 2011. Bahkan saat kami berlibur ke rumah om di Pamulang beberapa waktu lalu, dia tetap menyempatkan diri melihat team jagoannya berlaga. Dan kebetulan saat itu, om saya juga mengidolakan MU. Rumah itu mendadak jadi seperti stadion sepak bola, ramai sekali padahal cuma teriakan dua orang.
Setiap kali MU berlaga, saya hanya bengong. Sesekali mengimbangi teriakan heboh suami saya. Tapi selalu saya coba untuk ikut menonton Setan Merah beraksi. Saya hanya ingin tahu, apa sih yang suami saya sukai dari olahraga macam ini. Buat saya olahraga ini agak konyol. Satu bola diperebutkan oleh 22 pria tampan. Kenapa mereka tidak jadi artis saja, tidak menguras tenaga bukan? Hehe..
Kembali ke suami saya. Insiden mengharukan pun terjadi. Tanggal 23 Oktober kemarin Manchester United berlaga melawan Manchester City. Demi pertandingan ini, saya mengcancel kunjungan (ceileee..) saya ke rumah teman suami saya. Waktu itu pertandingannya kalau tidak salah pukul 19.30 di MNC TV. Suami saya sudah bersiap di depan TV sejak pukul 18.00. Sepertinya dia excited sekali. Dan disaat seperti ini, saya harus tetap menjaga mood-nya. Kalau saya ingin mengganti saluran TV, saya harus minta ijin terlebih dahulu.
Pertandingan pun dimulai. Suami saya pun memulai aksi melototin TV. Jangan pernah mengajaknya bicara saat dia sedang melakukan aksi binalnya ini, karena hasilnya akan sia-sia saja. Dari awal pertandingan sudah terlihat raut ketidakpuasan di wajah suami saya. Benar saja, gol pertama pun dicetak Manchester City, diikuti dengan gol-gol cantik lainnya. Suami saya memulai aksi keduanya saat jagoannya kalah, yaitu dengan mengomentari pemainnya satu persatu. Tidak ada yang luput dari komentar pedasnya. Saya hanya bengong karena saya bingung harus menjawab apa. Hahaha..
Mungkin karena dia tidak sanggup melihat jagoannya kalah, dia mengajak saya untuk tidur. Besoknya dia tahu bahwa jagoannya kalah 6-1 dari Manchester City. Dan sebagai dampak dari kekecewaannya, dia mengubah nama teamnya di game PES 2011 dari Manchester United menjadi SV Werden Bremen. Sungguh kekecewaan yang luar biasa! Ahahahaha..
Sayang, besok lagi kalau ada pertandingan sepak bola nggak usah nonton yah. Mending kita nonton OVJ atau Comedy Project aja :P
Sayang, besok lagi kalau ada pertandingan sepak bola nggak usah nonton yah. Mending kita nonton OVJ atau Comedy Project aja :P





0 comments:
Post a Comment