Monday, October 10, 2011

Papaku Anugerah Tuhan

Pernahkah kalian berkhayal seandainya saja ayah atau ibu kalian bisa diganti dengan pria atau wanita lain? Tadi malam sebelum tidur saya sempat ngoceh di samping suami saya, andai ayah saya bisa ditukar dengan yang lain. Yang hasilnya adalah saya ngoceh sendiri seperti orang gila karena ternyata suami saya tidur pulas. Padahal saya mengharapkan tanggapan positif darinya.

Begini. Saya ini mewarisi ciri-ciri fisik yang hampir sama dengan papa saya, dan tidak munafik, kadang saya tidak menyukainya. Beberapa kali saya sempat berharap papa saya bisa ditukar dengan orang-orang yang pernah dekat dengan mama saya atau yang pernah saya lihat di sekeliling saya.

Contohnya :

  1. Pak Wahono (pacar pertama mama, sekarang majelis di salah satu GKJ di Jogja) ~ Kalau mama menikah dengannya, badan saya pasti tinggi dan seksi. Tapi hidung saya besar dan kulit saya hitam!
  2. Om Hendri (pacar kedua mama, tetangga eyang saya di Baciro) ~ Kalau yang ini, badan saya pasti tinggi dan putih. Tapi pasti gemuk dan saya suka ke dukun, mewarisi sifat ayah.
  3. Om Gaib (pacar ketiga mama, orang wonosari) ~ Kalau sama yang ini, badan saya pasti tinggi, putih, cantik dan kaya. Tapi sekarang status saya pasti anak yatim karena ditinggal ayah saya kabur ke Kalimantan gara-gara punya hutang ratusan juta.
  4. Om Yuyub (teman dekat mama, rumahnya dekat SMA saya) ~ Wah, tidak diragukan lagi. Saya pasti jadi perempuan yang sangan cantik, tinggi, dan kaya raya karena ayah saya adalah bendahara di kantor bupati Wonosari. Tapi status saya saat ini sudah pasti anak yatim. Kan ayah saya meninggal karena kanker buah zakar.
  5. Om Win (pacar keempat mama, orang Bandung) ~ Kalau mama menikah sama Om Win, saya jadi neng geulis, seksi, dan cantik. Tapi lagi-lagi saya akan jadi anak yatim karena ayah saya ini lebih memilih untuk menceraikan mama saya dan menikah dengan pelacur yang sudah lama diselingkuhi olehnya!
Dan masih banyak pria-pria yang saya bayangkan menjadi ayah saya. Tentu saja agar saya menjadi lebih baik dalam segala hal. Tapi akhirnya selalu saja mengecewakan. Tidak ada yang seperti papa saya.

Setelah saya pikir-pikir lagi, saya ini jauh lebih beruntung dari pada anak pria-pria diatas. Tuhan memberi saya seorang ayah yang tidak suka ke dukun, tidak suka selingkuh, tidak berpenyakit aneh, dan tidak punya hutang. 

"The greatest gift I ever had, came from God. I call him DAD"


Your girl,

0 comments:

Post a Comment