Wednesday, October 12, 2011

Musim Hujan yang Terlambat

Ebuseeeett daaaahh.. Udah dua hari ini Bogor hujannya alamakk banget! Yang kemarin hujan es lho. Ya elahh..Tuhan mah aya-aya wae! Hujan air aja udah bikin orang-orang pada heboh karena jemurannya nggak kering-kering, ini pakai es segala. Apalagi kalau sama mati lampu tuh, rasanya aku pengen makan beling sambil salto depan belakang. Pengennya sih seminggu atau dua minggu tanpa hujan gitu deh, atau pas suami libur nggak usah hujan dulu biar aku dan suami bisa ngider-ngider di kota, merasakan udara dan makanan kota gitu. Ada senengnya juga sih kalau hujan. Aku nggak perlu bingung nyari air, nggak kering, nggak berdebu, dan Bogor semakin sejuk.


Tapi kalau aku boleh tawar menawar sama Tuhan, aku pengen hujan ini dibagi sama kota lain yang nggak ada hujan beberapa bulan ini. Supaya nggak ada lagi kekeringan, nggak ada kematian, nggak ada kesedihan, dan semuanya bisa merasakan sukacita yang aku rasakan. Kalau lagi di kondisi yang seperti ini, yang jarang ada hujan, aku benar-benar merasakan bahwa hujan adalah berkat Tuhan yang luar biasa. Mana ada manusia yang bisa hidup tanpa air. Semua mahluk hidup butuh air.


Manusia memang susah ditekankan untuk mensyukuri sesuatu. Jika kita berdoa tapi Tuhan tidak memberi, kita pasti marah, protes bahkan menghujat Tuhan. Mengatakan bahwa Tuhan tidak menyayangi kita. Jika Tuhan memberi dengan berlimpah -- seperti hujan saat ini -- kita juga menggerutu dan protes. Kasihan Tuhan ya, jadi serba salah. Aku nggak mau ah seperti itu. Aku akan terus mencoba selalu berterimakasih padaNya atas apapun jawaban Tuhan.


Jadi buat kota-kota atau negara-negara yang belum turun hujan, teruslah berlutut. Suatu saat tangisan pasti akan digantikan dengan sorak sorai. Mungkin musim hujan datang agak terlambat.




Luv,





0 comments:

Post a Comment