Tidak seperti pasangan suami-istri pada umumnya yang lebih suka menghabiskan bulan madu mereka di sebuah tempat yang romantis, kami memutuskan untuk berbulan madu di tempat yang bisa menggelitik adrenalin kami. Kami memang hobi melakukan hal-hal yang bagi sebagian orang agak berbahaya. Maka kami memilih Ancol sebagai tempat tujuan bulan madu kami.
Ada beberapa wahana yang memang membuat saya dan suami saya penasaran. Halilintar, Kora - Kora, Niagara - Gara, Hysteria, Tornado, Ontang - Anting, Kicir - Kicir, Arung Jeram dan Journey to the center of the earth. Semua permainan tersebut bisa menguras isi perut kita, sekaligus membangkitkan emosi. Hehe.. Tapi pada prakteknya kami gagal mencoba wahana Hysteria (karena belum cukup nyali), Kicir - Kicir (belum cukup nyali juga), Arung Jeram (tidak bawa baju ganti) dan Tornado (tidak dioperasikan). Tapi yang lainnya sukses kami coba, ditambah wahana Bianglala dan Turangga - Rangga. Sebenarnya kami ingin mencoba semua tapi waktunya tidak memungkinkan. Jadi kami pilih wahana yang menantang saja.
Pertama kami naik Ontang -Anting. Ini seperti naik ayunan sih, tapi ngayunnya tinggi sekali dan membuat pusing karena ayunan ini bukan maju mundur tapi berputar. Saya sempat dibuat kliyengan oleh wahana ini. Jalan saya jadi agak kocar-kacir setelah turun dari ayunan. Tapi cukup menyenangkan kok.
Kedua kami naik Bianglala. Biasa saja sih, seperti naik Bianglala yang ada di Sekaten atau Pasar Malam. Hanya saja yang ini besarnya tiga kali lipat dari yang ada di Pasar Malam. Dari puncaknya kami bisa melihat Pantai Ancol yang indah sekali. Saya sempat keluar 'ndeso'nya, untungnya suami saya yang baik mencolek saya sambil mengedipkan mata yang artinya "Ora ndeso to, Yank!" (Jangan kampungan, Yank!) Hehe..
Ketiga kami naik Halilintar alias Roller Coaster. Antrinya lumayan panjang, cukup membuat kami tambah deg-degan. Sepanjang mengantri, saya dibuat tidak tenang karena semua orang yang turun dari roller coaster memegang kepala mereka. Sepusing itukah? Tapi niat saya sudah bulat. Saya harus menaklukan si Halilintar. Saya sudah menyiapkan pose ketika nanti kamera X-Shot memotret saya. Tapi hasilnya jauuuuhh dari persiapan saya. Wajah saya terlihat sangat ketakutan. Hahaha..
Keempat kami masuk ke wahana Journey to the Center of the Earth. Peminatnya banyak sekali. Tapi kami tidak butuh waktu lama untuk mengantri. Awalnya kami disuruh menonton film di layar. Saya kira hanya menonton saja, tapi kemudian kami digiring masuk ke dalam sebuah ruangan seperti bioskop. Dan ternyata disinilah petualangan kami dimulai. Kami disuruh duduk di sebuah kursi yang (ternyata) bisa bergoyang, meloncat, berputar, lalu disuguhi sebuah film yang benar-benar mendebarkan. Penasaran? Silahkan coba!
Kelima kami mencoba Niagara-Gara, permainan yang mengharuskan baju kita basah. Satu perahu ada empat orang. Saya duduk di barisan nomer dua dan suami saya di barisan pertama. Celana saya sukses dibuat basah kuyup oleh wahana ini. Seru sekali lho!
Keenam kami naik wahana yang cemen abis, Turangga-Rangga. Wahana ini adalah wahana kuda-kudaan. Tidak menegangkan sih, tapi saya suka naik kuda. Hahaha..
Dan wahana terakhir yang kami naiki adalah Kora-Kora. Tidak bisa saya ceritakan bagaimana rasanya. Seperti ada yang mengocok perut saya. Saya pun berteriak sekeras-kerasnya dalam rangka menghilangkan rasa mual. Ayunan raksasa ini akhirnya saya taklukkan walaupun dengan wajah pucat pasi. Ayee!
Tour de Dufan kami akhiri dengan nonton gratis Fantastique. Sumpah bagus banget. Bagi yang belum nonton, harus nonton! Dijamin tidak akan menyesal :)
Demikianlah Honeymoon ala saya dan suami. Cinta itu tidak harus diungkapkan dengan candle light dinner, berjalan berdua di pinggir pantai, menikmati sunset, dan hal-hal romantis lainnya yang sebenarnya kita paksakan. Ungkapkan saja dengan cara kita masing-masing. Karena cinta itu adalah kejujuran.
Salam pramuka!
Bogor, 3 Oktober 2011





0 comments:
Post a Comment